Seorang teman wartawan asal Medan beberapa tahun yang lalu menyatakan pada saya bahwa beberapa dekade mendatang bisnis MLM akan jenuh. Alasannya, mengikuti deret ukur kedistributoran yang sering digembar-gemborkan kalangan pebisnis MLM, maka dunia ini akan penuh sesak dengan kehadiran distributor MLM baru. Tak akan ada lagi orang yang bisa direkrut, analisisnya. Nah, lo! Anda sering gembar-gembor tanpa argumentasi kuatkah? Jika iya, supaya tidak keteteran, sebaiknya mulai sekarang Anda cari argumentasi-argumentasi yang bagus, siap-siap kalau sekali waktu ada yang mengkritisi Anda atas gembar-gembor itu. Atau, lebih baik, carilah teknik marketing lainnya yang lebih efektif.
Bagi saya, kalau kita menghitung dari teknik deret ukur, maka tentu analisis teman saya ini akan bisa terwujud. Namun, kenyataannya hasil deret ukur ini tidak tercipta-tercipta juga, walaupun dalam kondisi tertentu memang ada yang mampu mewujudkannya. Namun, itu tidaklah terjadi terus menerus. Yang lebih sering terjadi, justru di atas 50% dari hasil rekrutmen seorang distributor MLM tidaklah berjalan baik (artinya: berhenti menjadi distributor MLM), baik pada kesempatan pertama dari keanggotaannya sebagai distributor MLM, maupun seiring dengan berjalannya waktu. Nah, berbalik dengan hasil gembor-gembor deret ukur yang memang memungkinkan terjadinya kejenuhan.
Read the rest of this entry »